Semenjak kemenangan logika industrial berupa revolusi industri yang berkonsekuensi pada menguatnya entitas bisnis diatas elemen sosial lainnya menggiring umat manusia menuju peradaban industri yang dengan segala kompleksitasnya terus berevolusi menuju bentuknya yang paling akhir. Sejarah telah merekam dengan sempurna bagaimana perjalanan hubungan industrial antara manusia, perusahaan dan lingkungan saling bersinggungan, menyatu dan bahkan mengintimidasi satu dengan yang lainnya. Kesemuanya saling memacu menuju satu tujuan yaitu kepentingan.
LUBANG HITAM CSR INDONESIA
Ditulis dalam ekonomi politik
Bahasa dalam Keseharian Kita
Tulisan ini di tulis setelah saya berbincang bincang sebentar melalui telfon dengan seorang teman lama. Terinspirsi potongan kalimat yang diucapkannya “udah lah bi, bahasa lo jangan sok tinggi! Belagu lu!”
Thomas Carlyle
Ada seorang teman, siswa kelas 3 Sosial II, di smu 4 negri bandung uang sakunya lebih dari Rp. 100.000,- perminggu, ternyata tidak sanggup membeli buku atau sebatas berlangganan surat kabar. Hampir setiap hari dia datang ke meja temannya, yang nota bene uang saku temannya itu hanya Rp. 30.000,- seminggu – untuk turut nimbrung membaca berita. Dan berita apa coba yang dia baca? Gosip artis, iklan Film, tembang-tembang lagu terbaru, zodiak, atau paling banter berita olahraga.
Peristiwa seperti di atas banyak kita saksikan dalam keseharian kita di sekolah. Sehingga hal itu bukan lagi dipandang sebagai sesuatu hal yang bersifat istimewa. Berkenaan dengan itu, adakalanya patut kita dengar dahulu sindiran halus salah seorang mahasiswa Jerman ;
“Saya heran, mengapa di Indonesia begitu sering terjadi kasus-kasus pelarangan buku. Padahal, dikalangan pelajar/mahasiswa saja – yang konon merupakan kalangan masyarakat terpelajar/ilmiah, hanya sedikit yang memiliki tradisi membaca. Jadi, Mana bisa kritis?”
Ditulis dalam Uncategorized
Resensi film Breaking and entering
Film ini menceritakan tentang proses adaptasi Will ( Jude Law) disebuah lingkungan yang baru. Dimana tempat tersebut merupakan tempat proyek konstruksi will berserta teman-temannya yang tergabung dalam GE. Ketika proyeknya baru beroprasi Will harus menghadapi cobaan, kantornya dimasuki pencuri dan mengambil beberapa peralatan kantornya. Lingkungan kantor will memang terkenal rawan kejahatan, sampai kantornya mengalami pencurian hingga 2 kali dengan modus dan pelaku yang sama. Merasa kesal dengan ulah pencuri tersebut, akhirnya will memutuskan untuk mengintai kantornya, berharap pencuri itu datang kembali. Akhirnya pencuri itu mendatangi kantor Will kembali, dengan segera will mengejar pencuri tersebut hingga mengantarkannya kepada seorang wanita muslim bernama Zoran yang tak lain adalah ibu dari pencuri di kantornya tersebut. Dari sini lah intrik-intrik dimulai, will yang mempunyai seoramg calon Istri dan anak autis mulai jatuh cinta kepada Zoran. Yang membuat ia sampai pada pilihan yang berat: memilih cinta barunya atau setia pada seseorang yang akan dinikahinya. Bagi para mahasiswa jurusan Ilmu kesejahteraan sosial film ini adalah penggambaran lengkap dari praktek pekerja sosial dimana dalam film ini terdapat proses singkat pelayanan konseling hingga konflik perusahaan-lingkungan masayarakat. Terlepas dari alur cerita yang lambat serta banyaknya adegan buka-bukaan, drama modern ini patut anda saksikan untuk sekedar melihat realitas sosial di barat yang pluralistik dan rumit.
Ditulis dalam resensi
my self scumbag; sebuah inspirasi
Membaca buku ini semakin menguatkan saya pada pendapat bahwa ivan “scumbag” firmansyah adalah seorang maestro musik metal/hardcore Indonesia. Tidak berlebihan memang jika saya menyebutnya demikian. Scumbag, begitulah ivan disapa adalah orang yang sangat konsisten dengan pilihan hidupnya hingga ajal menjelang. Walaupun di mata orang awam pilihannya untuk kosisten di dunia musik cadas merupakan keputusan yang berat sekaligus memilukan.
Lahir dari keluarga sederhana dan hangat menyayangi ivan kecil tumbuh menjadi anak cerdas dan alim. Pergaulannya yang luas serta sosok yang rendah hati mempertemukan ia dengan banyak hal, dari teman, musik cadas, drugs hingga pada persinggahan akhir sebuah band yang kini menjadi ikon hardcore Indonesia, Burgerkill.
Terlapas dari keras dan kelamnya perjalalanan hidup seorang Ivan kisah hidupnya sangat mengispirasi sebagai sosok yang mampu mempertahankan nilai dan idealismenya sampai mati.
Dalam buku “My Life Scumbag; Beyon Live and Death” ini Kimung (penulis buku sekaligus teman dekat Ivan) menceritakan sosok ivan apa adanya, kejujuran inilah yang mambuat saya terhanyut dalam emosi dan kelam perasaan yang dialami scumbag semasa hidupnya. Untuk para Begundal (fans Burgerkill) buku ini sangat menginsprasi dan menggambarkan secara gamblang dibalik kehidupan Ivan yang keras sekaligus menyejukkan. Jujur, buku ini membuat saya semakin bangga dengan band yang telah menjadi favorit saya semenjak SMP, yaitu BURGERKILL.
Terlepas dari kualitas editannya yang kacau, buku ini layak di simak. Selamat membaca.
Ditulis dalam resensi
Benang kusut regulasi CSR
Setiap entitas pasti memiliki watak dan kepentingan yang berbeda, baik itu dalam wujud individu labih lebih organisasi besar yang dinamakan Negara, masyarakat sipil dan perusahaan. Perbedaan kepentingan diantara ketiganya bisa kita lihat pada kontroversi UU No.40 tentang Perseroan terbatas terutama Pasal 74 yang belum lama ini muncul di tengah-tengah hiruk pikuk politik 2007 yang semakin memanas. Regulasi yang mengatur tentang pengharusan setiap perusahaan untuk melaksanakan program CSR ini tentu menuai kontroversi dan kritik dari berbagai pihak, kritikan pedas tidak hanya datang dari kalangan bisnis, para pegiat CSR pun angkat bicara mengkritik habis regulasi ini. Apa yang menjadi inti permasalahan kontroversi ini sehingga banyak pihak yang angkat bicara.
Ditulis dalam ekonomi politik
Menyoal teori kenabian
Perdebatan mengenai teori kenabian di tengah-tengah masyarakat kini kembali marak. Tak jarang perdebatan wacana ini menarik umat muslim kepada tindak menghakimi atas dasar teologis (pengkafiran) dan tak jarang yang berujung pada tindakan fisik seperti kasus Ahamadiyah di Indonesia beberapa waktu yang lalu. Serta kontroversi Ahmad Mosaddeq pemimpin aliran Al Qiyadah Al Islamiyah yang mencuat akhir ini. Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam keagamaan
Pekerja sosial di dalam pusaran globalisasi
…..neoliberalisme ingin mengubah dunia menjadi sebuah pusat perbelanjaan raksasa, dimana para penguasa membeli segalanya, mulai dari orang Indian, perempuan, tenaga buruh dan kedaulatan Negara.
(subcommandante Marcos, salah satu pimpunan gerakan Zapatista di mexico)
Tulisan ini akan membahas wacana globalisasi dalam kaitanya dengan peranan pekerja sosial hari ini. Tulisan ini secara singkat namun tetap mencoba melihat secara komprehensif mengenai wacana globalisasi yang semakin meluas dan bermuara pada intensi pemupukan kapital oleh segelintir orang dan Negara. Pandangan bahwa pekerja sosial dapat berperan serta dalam merespon masalah pada tingkat global ini sejalan dengan paradigma baru pekerjaan sosial yang tidak melulu berwajah yang disebutkan Edi Suharto reaktif-simptomatif , namun dapat menangani masalah sosial sebagai akibat dari logika globalisasi serta dapat “bermain” di tataran kebijakan sosial global. Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam ekonomi politik


Komentar Terakhir